Tampilkan postingan dengan label Intim. Tampilkan semua postingan

gravatar

Kebanyakan Duduk Rawan Mandul

DAERAH kelamin pria hendaknya selalu dalam keadaan dingin. Sebab, dibutuhkan suhu relatif dingin bila menginginkan organ reproduksi subur. Ada beberapa kondisi sepele yang dilakukan hampir setiap hari, namun mengganggu kesuburan.

Di antaranya, penggunaan celana dalam ketat dan bekerja dengan posisi duduk terlampau lama. Dua kebiasaan itu dapat memengaruhi produksi dan kualitas sperma. Parahnya, hal tersebut bisa menjadi infertilitas (mandul). Kebanyakan penderitanya adalah pria usia produktif.

Menurut dr Bambang Warsito SpAnd, efek menggunakan celana dalam ketat pada laki-laki maupun perempuan hampir sama. Pada perempuan, efeknya keputihan. Bila berlanjut dan menimbulkan bau, keputihan ini bisa menjadi pemicu kanker leher rahim atau infertilitas.

Penggunaan celana dalam ketat, papar Bambang, membuat pembuluh darah balik dari testis ke otak melebar. Pelebaran tersebut akan memengaruhi proses pembentukan sperma. ''Bila berlanjut, sperma rusak. Inilah yang menjadi penyebab laki-laki infertil,'' jelas androlog dari Pusat Penelitian Pengembangan Pelayanan Teknologi Kesehatan Surabaya itu. Hal tersebut diperparah bila pria itu kerjanya seharian duduk di kursi.

Satu lagi ''profesi panas'' yang berdampak pada organ reproduksi. Yakni, chef, tukang masak, atau koki restoran. Ketika memasak, jarak antara alat pemanas dan kelamin pria cukup dekat. Hal ini bertolak belakang dengan kebutuhan testis yang harus selalu dingin.

Sebagai tindakan preventif, kata Bambang, mereka disarankan untuk berolahraga di sela-sela bekerja. Bangkit dari tempat duduk dan olahraga untuk merilekskan organ tubuh setiap satu jam. Selain itu, pilihlah celana dalam yang tak terlampau sempit dan berasal dari bahan katun. Begitu juga chef. Setiap selesai memasak, mereka disarankan langsung keluar dari dapur. ''Hal ini diharapkan memperkecil kemungkinan mandul,'' paparnya.

gravatar

METODE ABORSI

Apapun alasannya, Aborsi tuh tetap aja pembunuhan, walo ada alasan medis yg mengharuskan aborsi dilakukan.....

Ada artikel yg 'mungkin' bs membuat org berfikir ulank untuk melakukan aborsi dan yg paling 'diharapkan' adalah berfikir jutaan kali jika akan melakukan 'hubungan' yg berakibat kehamilan.

METODE-METODE ABORSI

Trimester Pertama:

Metode Penyedotan (Suction Curettage)
Pada 1-3 bulan pertama dalam kehidupan janin, aborsi dilakukan dengan metode penyedotan. Teknik inilah yang paling banyak dilakukan untuk kehamilan usia dini. Mesin penyedot bertenaga kuat dengan ujung tajam dimasukkan ke dalam rahim lewat mulut rahim yang sengaja dimekarkan. Penyedotan ini mengakibatkan tubuh bayi berantakan dan menarik ari-ari (plasenta) dari dinding rahim. Hasil penyedotan berupa darah, cairan ketuban, bagian-bagian plasenta dan tubuh janin terkumpul dalam botol yang dihubungkan dengan alat penyedot ini. Ketelitian dan kehati-hatian dalam menjalani metode ini sangat perlu dijaga guna menghindari robeknya rahim akibat salah sedot yang dapat mengakibatkan pendarahan hebat yang terkadang berakhir pada operasi pengangkatan rahim. Peradangan dapat terjadi dengan mudahnya jika masih ada sisa-sisa plasenta atau bagian dari janin yang tertinggal di dalam rahim. Hal inilah yang paling sering terjadi yang dikenal dengan komplikasi paska-aborsi.

Metode D&C - Dilatasi dan Kerokan
Dalam teknik ini, mulut rahim dibuka atau dimekarkan dengan paksa untuk memasukkan pisau baja yang tajam. Bagian tubuh janin dipotong berkeping-keping dan diangkat, sedangkan plasenta dikerok dari dinding rahim. Darah yang hilang selama dilakukannya metode ini lebih banyak dibandingkan dengan metode penyedotan. Begitu juga dengan perobekan rahim dan radang paling sering terjadi. Metode ini tidak sama dengan metode D&C yang dilakukan pada wanita-wanita dengan keluhan penyakit rahim (seperti pendarahan rahim, tidak terjadinya menstruasi, dsb). Komplikasi yang sering terjadi antara lain robeknya dinding rahim yang dapat menjurus hingga ke kandung kencing.

PIL RU 486
Masyarakat menamakannya "Pil Aborsi Perancis". Teknik ini menggunakan 2 hormon sintetik yaitu mifepristone dan misoprostol untuk secara kimiawi menginduksi kehamilan usia 5-9 minggu. Di Amerika Serikat, prosedur ini dijalani dengan pengawasan ketat dari klinik aborsi yang mengharuskan kunjungan sedikitnya 3 kali ke klinik tersebut. Pada kunjungan pertama, wanita hamil tersebut diperiksa dengan seksama. Jika tidak ditemukan kontra-indikasi (seperti perokok berat, penyakit asma, darah tinggi, kegemukan, dll) yang malah dapat mengakibatkan kematian pada wanita hamil itu, maka ia diberikan pil RU 486.

Kerja RU 486 adalah untuk memblokir hormon progesteron yang berfungsi vital untuk menjaga jalur nutrisi ke plasenta tetap lancar. Karena pemblokiran ini, maka janin tidak mendapatkan makanannya lagi dan menjadi kelaparan. Pada kunjungan kedua, yaitu 36-48 jam setelah kunjungan pertama, wanita hamil ini diberikan suntikan hormon prostaglandin, biasanya misoprostol, yang mengakibatkan terjadinya kontraksi rahim dan membuat janin terlepas dari rahim. Kebanyakan wanita mengeluarkan isi rahimnya itu dalam 4 jam saat menunggu di klinik, tetapi 30% dari mereka mengalami hal ini di rumah, di tempat kerja, di kendaraan umum, atau di tempat-tempat lainnya, ada juga yang perlu menunggu hingga 5 hari kemudian. Kunjungan ketiga dilakukan kira-kira 2 minggu setelah pengguguran kandungan, untuk mengetahui apakah aborsi telah berlangsung. Jika belum, maka operasi perlu dilakukan (5-10 persen dari seluruh kasus). Ada beberapa kasus serius dari penggunaan RU 486, seperti aborsi yang tidak terjadi hingga 44 hari kemudian, pendarahan hebat, pusing-pusing, muntah-muntah, rasa sakit hingga kematian. Sedikitnya seorang wanita Perancis meninggal sedangkan beberapa lainnya mengalami serangan jantung.

Di Amerika Serikat, percobaan penggunaan RU 486 diadakan pada tahun 1995. Seorang wanita diketahui hampir meninggal setelah kehilangan separuh dari volume darahnya dan akhirnya memerlukan operasi darurat. Efek jangka panjang dari RU 486 belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa alasan yang dapat dipercaya mengatakan bahwa RU 486 tidak saja mempengaruhi kehamilan yang sedang berlangsung, tetapi juga dapat mempengaruhi kehamilan selanjutnya, yaitu kemungkinan keguguran spontan dan cacat pada bayi yang dikandung.

Suntikan Methotrexate (MTX)
Prosedur dengan MTX sama dengan RU 486, hanya saja obat ini disuntikkan ke dalam badan. MTX pada mulanya digunakan untuk menekan pertumbuhan pesat sel-sel, seperti pada kasus kanker, dengan menetralisir asam folat yang berguna untuk pemecahan sel. MTX ternyata juga menekan pertumbuhan pesat trophoblastoid - selaput yang menyelubungi embrio yang juga merupakan cikal bakal plasenta. Trophoblastoid tidak saja berfungsi sebagai 'sistim penyanggah hidup' untuk janin yang sedang berkembang, mengambil oksigen dan nutrisi dari darah calon ibu serta membuang karbondioksida dan produk-produk buangan lainnya, tetapi juga memproduksi hormon hCG (human chorionic gonadotropin), yang memberikan tanda pada corpus luteum untuk terus memproduksi hormon progesteron yang berguna untuk mencegah gagal rahim dan keguguran.

MTX menghancurkan integrasi dari lingkungan yang menopang, melindungi dan menyuburkan pertumbuhan janin, dan karena kekurangan nutrisi, maka janin menjadi mati. 3-7 hari kemudian, tablet misoprostol dimasukkan ke dalam kelamin wanita hamil itu untuk memicu terlepasnya janin dari rahim. Terkadang, hal ini terjadi beberapa jam setelah masuknya misoprostol, tetapi sering juga terjadi perlunya penambahan dosis misoprostol. Hal ini membuat cara aborsi dengan menggunakan suntikan MTX dapat berlangsung berminggu-minggu. Si wanita hamil itu akan mendapatkan pendarahan selama berminggu-minggu (42 hari dalam sebuah studi kasus), bahkan terjadi pendarahan hebat. Sedangkan janin dapat gugur kapan saja - di rumah, di dalam bis umum, di tempat kerja, di supermarket, dsb. Wanita yang kedapatan masih mengandung pada kunjungan ke klinik aborsi selanjutnya, mau tak mau harus menjalani operasi untuk mengeluarkan janin itu. Bahkan dokter-dokter yang bekerja di klinik aborsi seringkali enggan untuk memberikan suntikan MTX karena MTX sebenarnya adalah racun dan efek samping yang terjadi terkadang tak dapat diprediksi.

Efek samping yang tercatat dalam studi kasus adalah sakit kepala, rasa sakit, diare, penglihatan yang menjadi kabur, dan yang lebih serius adalah depresi sumsum tulang belakang, kekuragan darah, kerusakan fungsi hati, dan sakit paru-paru. Dalam bungkus MTX, pabrik pembuat menuliskan peringatan keras bahwa MTX memang berguna untuk pengobatan kanker, beberapa kasus artritis dan psoriasis, "kematian pernah dilaporkan pada orang yang menggunakan MTX", dan pabrik itu menyarankan agar hanya para dokter yang berpengalaman dan memiliki pengetahuan tentang terapi antimetabolik saja yang boleh menggunakan MTX. Meski para dokter aborsi yang menggunakan MTX menepis efek-efek samping MTX dan mengatakan MTX dosis rendah baik untuk digunakan dalam proses aborsi, dokter-dokter aborsi lainnya tidak setuju, karena pada paket injeksi yang digunakan untuk aborsi juga tertera peringatan bahaya racun walau MTX digunakan dalam dosis rendah.

Trimester Kedua:

Metode Dilatasi dan Evakuasi (D&E)
Metode ini digunakan untuk membuang janin hingga usia 24 minggu. Metode ini sejenis dengan D&C, hanya dalam D&E digunakan tang penjepit (forsep) dengan ujung pisau tajam untuk merobek-robek janin. Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga seluruh tubuh janin dikeluarkan dari rahim. Karena pada usia kehamilan ini tengkorak janin sudah mengeras, maka tengkorak ini perlu dihancurkan supaya dapat dikeluarkan dari rahim. Jika tidak berhati-hati dalam pengeluarannya, potongan tulang-tulang yang runcing mungkin dapat menusuk dinding rahim dan menimbulkan luka rahim. Pendarahan mungkin juga terjadi. Dr. Warren Hern dari Boulder, Colorado, Amerika Serikat, seorang dokter aborsi yang sering melakukan D&E mengatakan, hal ini sering membuat masalah bagi karyawan klinik dan menimbulkan kekuatiran akan efek D&E pada wanita yang menjalani aborsi. Dokter Hern juga melihat trauma yang terjadi pada para dokter yang melakukan aborsi, ia mengatakan, "tidak dapat disangkal lagi, penghancuran terjadi di depan mata kita sendiri. Penghancuran janin lewat forsep itu seperti arus listrik."

Metode Racun Garam (Saline)
Caranya ialah dengan meracuni air ketuban. Teknik ini digunakan saat kandungan berusia 16 minggu, saat air ketuban sudah cukup melingkupi janin. Jarum disuntikkan ke perut si wanita dan 50-250 ml (kira-kira secangkir) air ketuban dikeluarkan, diganti dengan larutan konsentrasi garam. Janin yang sudah mulai bernafas, menelan garam dan teracuni. Larutan kimia ini juga membuat kulit janin terbakar dan memburuk. Biasanya, setelah kira-kira satu jam, janin akan mati. Kira-kira 33-35 jam setelah suntikan larutan garam itu bekerja, si wanita hamil itu akan melahirkan anak yang telah mati dengan kulit hitam karena terbakar. Kira-kira 97% dari wanita yang memilih aborsi dengan cara ini melahirkan anaknya 72 jam setelah suntikan diberikan. Suntikan larutan garam ini juga memberikan efek samping pada wanita pemakainya yang disebut "Konsumsi Koagulopati" (pembekuan darah yang tak terkendali diseluruh tubuh), juga dapat menimbulkan pendarahan hebat dan efek samping serius pada sistim syaraf sentral. Serangan jantung mendadak, koma, atau kematian mungkin juga dihasilkan oleh suntikan saline lewat sistim pembuluh darah.

gravatar

Benar Salah Mitos Kehamilan #4

Jaga Kelancaran Aliran Darah

SELAMA hamil, wanita sering mengalami mual dan pusing. Salah satu faktor penyebab sakit kepala adalah hormon yang membuat aliran darah ke otak tidak lancar. Hal tersebut berkaitan dengan peningkatan aliran untuk si jabang bayi. The American Pregnancy Association memberi tip bagi ibu hamil untuk mengurangi gangguan yang dirasakan.

- Jangan terlalu lama berdiri. Ketika terpaksa harus berdiri lama, ibu hamil hendaknya sering menggerakkan kaki untuk memperbaiki sirkulasi darah.

- Saat berdiri dari duduk, bergeraklah perlahan.

- Jaga temperatur tubuh. Hindari mandi dengan air terlalu panas.

- Jangan bepergian dalam keadaan lapar terlalu lama.

- Gunakan baju longgar dan hindari mengenakan pakaian ketat. Cara itu mengganggu kelancaran aliran darah.

- Tanyakan dokter faktor lain yang membuat calon ibu sering pusing. Salah satunya, tidur terlentang plus berat janin akan menekan beberapa pembuluh darah.

gravatar

Benar Salah Mitos Kehamilan #3

Salah Kaprah Bayi Kalung Usus

LILITAN tali pusat (kalung usus) sering dikaitkan dengan anak yang pantas mengenakan beragam warna busana. Padahal, kondisi begitu sebenarnya bukanlah membanggakan. Justru membahayakan.

Tali pusat memang berukuran cukup panjang. Normalnya, 50-100 cm. Bentuknya mirip usus dan lentur. Fungsinya menghubungkan plasenta dan pusar janin. Melalui tali pusat itulah, tersalur nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan si mungil. Hanya, janin aktif dan tali pusat yang panjang berakibat lilitan tali pusat. Lilitan bisa ke seluruh tubuh janin atau melilit leher saja. Itulah yang membuat anak yang terlilit tali pusat disebut berkalung usus.

Ada beberapa kemungkinan saat proses persalinan. ''Bayi dilahirkan normal tanpa masalah. Bisa juga terpaksa caesar,'' ujar dr Budiyo Santoso SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Adi Husada Kapasari.

Dia menjelaskan, pada kondisi siap dilahirkan, bayi mungkin tertahan. Sebab, lilitan tali pusat mengganjal dan mempersempit jalan lahir. Bahayanya, saat kontraksi, lilitan pada leher janin semakin kuat. ''Jika sampai lima menit tali pusat melilit leher bayi dan tidak segera dibebaskan, bayi bisa pucat hingga mati,'' katanya. Keadaan begini, mungkin bisa diibaratkan dengan bunuh diri menggunakan tali.

Dokter Didi Dewanto SpOG menambahkan, sebenarnya bayi yang terlilit tali pusat bisa dideteksi dengan pemeriksaan USG (ultrasonografi). ''Selain itu, colour doppler mampu mendeteksi aliran darah dari tali pusat,'' ujarnya. Pemeriksaan ini, hendaknya dilakukan pada pekan-pekan akhir kehamilan.

Bila dari hasil pemeriksaan itu diketahui janin terlilit tali pusat, baik dokter maupun ibu siap mental. ''Tetap diupayakan lahir spontan. Dengan tetap mempersiapkan kamar operasi,'' tegasnya.

gravatar

Benar Salah Mitos Kehamilan #2

Ibu-Janin Terancam Bahaya

Plasenta Lepas di Dalam Kandungan

MENDEKATI masa-masa persalinan, ada kekhawatiran di benak ibu hamil. Terutama, bila dokter menemukan komplikasi persalinan. Bila tak segera ditangani, hambatan saat melahirkan si mungil akan mengancam nyawa ibu dan bayi.

Salah satu faktor penyulit (komplikasi) persalinan adalah solusio plasenta. Pada kondisi tersebut, terjadi perdarahan akibat plasenta lepas dari tempatnya sebelum bayi dilahirkan. Risiko itu terjadi pada kehamilan usia lebih dari 20 minggu (masuk trimester ketiga).

Menurut dr Hendra Surya Ratsmawan DS SpOG, ada beberapa gejala solusio plasenta. Pertama, nyeri perut disertai rahim yang tegang. Berikutnya, terjadi perdarahan melalui *piip*. Darah yang keluar sedikit dan bewarna kehitaman. ''Darah tak bisa langsung keluar banyak karena terjebak di antara dinding rahim dan plasenta (ari-ari),'' paparnya. Hal itulah yang membedakan solusio plasenta dan plasenta previa (letak plasenta tidak pada tempatnya, bisa menutup penuh atau sebagian jalan lahir). Pada plasenta previa, darah yang keluar melalui *piip* justru banyak.

Tak hanya itu. Solusio plasenta membuat rahim ibu tak bisa berkontraksi dengan baik. ''Keduanya (solusio plasenta dan plasenta previa) rawan membuat ibu shock bila tak segera mendapat penanganan,'' lanjut spesialis kebidanan dan kandungan dari RSU Haji Surabaya itu.

Bila tetap tak tertangani, shock akan berlanjut pada kerusakan organ vital. Seperti, liver, ginjal, hingga otak. ''Bila kondisinya sudah sangat parah, bisa berlanjut pada kematian,'' jelasnya.

Solusio plasenta tentu berdampak pada bayi dalam kandungan. Pertama, muncul gawat janin. Dalam hal ini, sangat mungkin janin mati dalam kandungan atau sesaat setelah dilahirkan. Alumnus FK Unair itu mengatakan, angka kematian bayi adalah 20-40 persen. Hal itu bergantung pada luas dan banyaknya perdarahan akibat plasenta yang terlepas. ''Angka kematiannya tinggi karena bayi tak mendapat pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup selama dalam kandungan,'' kata Hendra. Dampak lain, bayi bisa lahir prematur serta ada penurunan tekanan darah serta hemoglobin. ''Bayi juga riskan menderita kerusakan otak,'' tambahnya.

Hendra menegaskan, rutin periksa kehamilan bisa memperkecil risiko itu. Terutama, bagi ibu hamil tergolong risiko tinggi mengalami solusio plasenta. Di antaranya, ibu dengan riwayat tekanan darah tinggi. ''Berdasar penelitian, 40 persen penderita solusio plasenta ada riwayat hipertensi,'' paparnya. Berikutnya, ibu hamil yang mengalami trauma kehamilan. Antara lain, kecelakaan, jatuh, atau kekerasan dalam rumah tangga. ''Ketuban pecah prematur juga berisiko tinggi solusio plasenta,'' lanjut Hendra. Yang tak mengenakkan, solusio plasenta bisa terulang pada kehamilan berikutnya. Bila kehamilan pertama mengalami solusio plasenta, sekitar 10 persen kejadian yang sama akan terulang pada kehamilan berikutnya. Ibu dan keluarga perlu lebih waspada.

Penanganannya, ungkap Hendra, ada dua. Konservatif atau aktif. ''Terapi bergantung kondisi ibu dan bayi yang ada di kandungan,'' katanya. Konservatif, maksudnya, dokter kandungan mempertahankan janin hingga siap dilahirkan. ''Ibu harus masuk rumah sakit,'' ujarnya. Jika perdarahan sedikit dan tak bertambah, mungkin hanya membutuhkan perawatan beberapa hari. Lain halnya bila perdarahan luas dan banyak. Mungkin si ibu harus bed rest total.

Terapi aktif ditempuh bila bayi siap dilahirkan. Atau, muncul tanda distres (gangguan) pada bayi dan ibunya.

gravatar

Benar Salah Mitos Kehamilan #1

Tak Melulu Periksa Perut

KETIKA hendak melahirkan, ada beberapa kondisi yang membahayakan ibu hamil dan janin. Hal itu sangat mungkin tak terpikir sebelumnya oleh ibu yang hendak menjalani persalinan.

Jadi, ibu disarankan menjalani pemeriksaan medis sebelum melahirkan. The American Pregnancy Association memberikan daftar terhindar dari risiko ketika melahirkan.

- Bila ada riwayat diabetes melitus dan tekanan darah tinggi, harus terdiagnosis dan terkontrol sebelum hamil.

- Anemia memunculkan gejala lemas dan lelah. Rajin periksa darah bisa mengukur jumlah hemoglobin, trombosit, serta sel darah merah dan putih.

- Mungkin dibutuhkan pemeriksaan thyroid-stimulating hormone untuk mengetahui tiroid dalam kondisi kurang atau terlampau aktif. Dua kondisi tersebut kurang bagus untuk perkembangan bayi.

- Kemungkinan infeksi menular seksual tak boleh diabaikan. Pemeriksaan itu bahkan dilakukan sebelum hamil.

gravatar

Benar Salah Mitos Kehamilan

BERANEKA mitos mengenai kehamilan banyak beredar. Meski banyak yang tidak dapat diterima oleh akal sehat, tak sedikit orang yang melaksanakannya. Misalnya, mengenai beberapa makanan yang tidak boleh ataupun harus dimakan selama kehamilan. ''Makan nanas atau durian tidak masalah asalkan dalam jumlah yang normal,'' kata dr Aditiawarman SpOG. Dua jenis buah itu dituding sebagai penyebab keguguran. Padahal, tidak ada penelitian ilmiah mengenai hal tersebut.

Sedangkan dr Budiyo Santoso SpOG lebih menyarankan berdasar pengalaman si pasien. ''Saya tidak akan melarang, kecuali memang dulu pernah keguguran dengan alasan makan nanas atau durian. Kita tidak akan tahu penyebab sebenarnya dari keguguran, lebih baik dihindari saja,'' ujarnya.

Selain itu, ada kepercayaan bahwa ibu hamil tidak boleh minum obat sembarangan dan menjalani foto rontgen. Hal tersebut dibenarkan oleh Aditya. Meski sedikit, setiap obat mengandung bahan yang merugikan untuk janin. ''Untuk itu, penggunaan obat apa pun hendaknya di bawah pengawasan dokter,'' saran staf pengajar Departemen Obstetri dan Ginekologi Divisi Fetomaternal FK Unair/RSU dr Soetomo Surabaya tersebut.

Khusus foto rontgen alias sinar-X memang sangat tidak dianjurkan bagi ibu hamil. ''Sinar X dapat mengubah kromosom bayi di dalam kandungan yang berisiko bayi lahir cacat,'' ujarnya. Bagaimana bila keadaan gawat darurat? ''Kalaupun terpaksa, perut harus ditutup dengan bahan tertentu yang terbuat dari timah,'' saran Budiyo. Pelaksanaan USG pun tak perlu terlalu sering. ''USG sebaiknya hanya tiga kali dalam masa kehamilan,'' imbuhnya.

Ada juga kepercayaan mengenai konsumsi bahan tertentu yang membuat kulit bayi halus dan mulus. ''Sebenarnya, yang berpengaruh terhadap warna dan kondisi kulit bayi lainnya adalah gen orang tua ataupun keluarganya,'' tegas Budiyo. Itu berarti mitos yang menyebutkan minum sari kedelai dapat memutihkan kulit bayi sama sekali tidak benar. Boleh saja sari kedelai diminum karena memang baik untuk tubuh.

Nah, yang paling rawan adalah mitos kelancaran kelahiran. Salah satunya, mengonsumsi air rendaman rumput fatimah. Mitos di berbagai situs internet menyebut bahwa dalam rumput itu terkandung methylergometrin (mirip oksitosin). Zat ini membantu menimbulkan kontraksi.

Dua dokter kandungan itu sama-sama tidak setuju dengan pendapat tersebut. Sebab, kelahiran si jabang bayi tidak perlu dirangsang. ''Toh, walaupun tidak dirangsang, nanti juga akan keluar (lahir),'' tutur Budiyo. Bahkan, jika kontraksi ibu berlebihan, malah berbahaya ibu dan janinnya. ''Kontraksi berlebihan membuat bayi yang akan lahir stres. Saat dilahirkan, bayi bisa-bisa tidak menangis, bahkan mati,'' jelas spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Adi Husada Undaan Surabaya tersebut.

Selain itu, masih banyak dukun pijat yang mengoleskan dan memijat *piip* dengan minyak oles. Hal tersebut berbahaya pada ibu. ''Kalau si ibu alergi atau panas di *piip*, risikonya *piip* bengkak. Kalau sudah begini, kelahiran malah terhambat,'' tutur Aditya.

gravatar

Pembalut Lembap Sumber Kuman

Pembalut Lembap Sumber Kuman

DATANG bulan sering mengganggu aktivitas wanita. Meski, sangat banyak produk pembalut wanita. Ketika menstruasi, tetap disarankan untuk sering mengganti pembalut yang dikenakan. Menunggu hingga pembalut terasa ''penuh'' akan memicu kemungkinan terjadinya infeksi pada organ intim kewanitaan.

''Sebaiknya tiap kali buang air kecil, langsung ganti pembalut sekaligus celana dalam. Atau, ganti pembalut 3-4 kali dalam sehari,'' jelas dr Nugraheni Prasasti dari Pusat Deteksi Dini & Diagnostik Kanker Prof Roem & dr Etty Ananto.

Tindakan tersebut membuat organ kewanitaan tetap bersih. Walaupun, tak menjamin steril 100 persen. ''Setidaknya jauh lebih bersih daripada yang jarang-jarang mengganti pembalut,'' paparnya.

Saat menstruasi, wanita mengeluarkan darah. Saat itu, kondisi organ kewanitaan juga sangat sensitif. Heni, panggilan Nugraheni, menuturkan, darah menstruasi langsung mengendap di dalam pembalut. ''Jika tak segera diganti, pembalut bisa menjadi sumber kuman yang rawan menginfeksi organ kewanitaan,'' lanjutnya.

Hal itu akan mengundang bibit penyakit masuk ke tubuh. Tak terkecuali organ kewanitaan. Salah satunya, serangan human papilloma virus pemicu kanker serviks. Namun, alumnus FK Unair itu mengingatkan, penyebab kanker adalah multifaktor.

Credit to Megaxus

gravatar

Ciuman Itu Menyehatkan Lho

Belakangan ini, para ilmuwan mendapati bahwa berciuman baik untuk kesehatan. Para ahli medis beradu argumen mengapa berciuman itu tak hanya membuat seseorang merasa senang, tapi juga efektif melawan banyak penyakit. Apa saja keuntungan berciuman bagi kesehatan?

- Berciuman dalam waktu lama bisa membantu sistem sirkulasi kita. Ketika berciuman, detak jantung makin cepat hingga rata-rata 110 detakan per menit. Ini adalah latihan yang baik untuk sistem kardiovaskular.

- Setelah berciuman, paru-paru bekerja lebih keras. Kira-kira 60 tarikan napas per menit, dibandingkan dalam napas normal, hanya 20 kali tarikan napas per menit. “Ventilasi” semacam ini baik untuk mencegah sakit paru-paru.

- Beberapa dokter gigi percaya, bahwa berciuman merupakan tindakan pencegahan gigi berlubang. Berciuman menstimulasi air liur yang bisa menghancurkan asam yang menutupi gigi.

- Berciuman yang berlangsung lebih dari 3 menit membantu kita melawan stres. Berciuman dalam waktu lama menstimulasi rantai reaksi kimiawi yang menghancurkan hormon stres.

Ada pula kelebihan berciuman adalah;

1. Pasangan yang memberi ciuman perpisahan setiap pagi kepada pasangan hidupnya rata-rata memiliki waktu 5 tahun lebih lama dari yang tidak melakukan ritual ini.

2. Berciuman baik untuk mendorong kepercayaan diri. Membuat seseorang merasa dihargai dan memberi ketenangan diri.

3. Berciuman membakar kalori, 2-3 kalori per menit dan menggandakan tingkat metabolis. Ada yang mengklaim, bahwa dengan berciuman bergairah tiga kali per hari (setidaknya 20 detik per ciuman) bisa membantu menghilangkan berat badan.

4. Berciuman dikenal sebagai penghilang stres. Berciuman penuh gairah bisa menghilangkan ketegangan, mengurangi energi negatif, dan memproduksi rasa sehat, menurunkan hormon stres.

5. Berciuman menggunakan setidaknya 30 otot wajah dan membuatnya lebih kencang, mencegah pipi kendur. Otot pipi yang menegang karena ciuman yang bergairah mampu membantu kulit lebih mulus dan meningkatkan peredaran darah.

6. Berciuman baik untuk jantung, karena menciptakan aliran adrenalin yang memompa darah ke seluruh tubuh. Tak hanya menstabilkan aktivitas kardiovaskular juga menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

7. Mereka yang sering berciuman jarang mendapat masalah perut, masalah kantung kemih, dan infeksi darah.

8. Selama berciuman, antibiotik alami yang diproduksi tubuh dikeluarkan melalui air liur. Air liur juga dipercaya sebagai anestetik yang membantu mengurangi sakit.

9. Berciuman mengurangi ketegangan dan ‘suara’ di pikiran. Berciuman meningkatkan tingkat oksitosin, hormon menenangkan yang memproduksi rasa ketenangan.

10. Hormon endorphin yang keluar ketika berciuman 200 kali lebih ampuh ketimbang morfin.

indonesiaindonesia.com

gravatar

Kebohongan Seks

Cerdas secara seksual berarti berani bersikap kritis dengan menolak kebohongan yang sering dilontarkan seputar hubungan seksual. Berikut ini beberapa kebohongan seks yang biasa ditemui para remaja dan anak muda yang masih belajar tentang arti cinta dan seks :

1. Seks Sebagai Bukti Cinta

Gadis-gadis muda biasanya ditipu agar menyerahkan dirinya untuk melakukan hubungan seks pranikah dengan alasan cinta. Di sisi lain, si gadis yang masih hijau ini jadi merasa geer, karena menganggap dirinya diinginkan. Padahal, cinta tidak bisa dibuktikan lewat hubungan seks. Seks hanya mengungkapkan cinta sejauh ada komitmen dan tanggung jawab. Di luar itu, tak ada jaminan apa-apa.

2. Seks untuk Merasa Mampu

Tidak sedikit remaja pria merasa bahwa dengan berhubungan seks dirinya mampu. Semakin banyak melakukan seks, semakin hebat. Padahal, peningkatan harga diri seperti itu tidak ada artinya, bahkan menjerumuskan kepada kesia-siaan. Bisa jadi membawa malapetaka, dengan munculnya penyakit kelamin atau merasa makin tak berharga. Tidak dipungkiri bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk diakui. Namun, pengakuan itu muncul dari kualitas pribadi yang dibangun lewat banyak hal. Kalau Anda mau menggali diri, setidaknya ada satu hal positif yang bisa dibanggakan dan membuat Anda merasa berharga serta berguna. Hal itulah yang sebaiknya dikembangkan.

3. Seks Harus Dicoba

Ada kalangan remaja dan kaum muda yang menganggap bahwa seks sama dengan keterampilan atau alat yang perlu dicoba sebelum digunakan secara terus-menerus. Tentu saja, anggapan semacam itu sangat merendahkan seksualitas manusia. Seks pada dasarnya adalah insting setiap makhluk hidup. Dengan mudah akan bisa dilakukan tanpa perlu dipelajari lebih dahulu. Justru yang perlu dicoba dan diuji adalah komitmen dan tanggung jawab.

4. Seks Memperkokoh Hubungan

Sebagian orang menilai bahwa dinamika kehidupan rumah tangga atau hubungan antarpasangan akan mandek tanpa seks. Sayang, pendapat ini tidak benar. Seks memang penting, tetapi bukan segala-galanya dalam sebuah hubungan. Mungkin ada pasangan yang pisah atau cerai hanya karena suaminya tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan biologisnya. Sikap ini tentu saja mereduksi arti pentingnya cinta dan relasi.

5. Seks Mendewasakan

Di sebagian kalangan remaja dan kaum muda pernah muncul semacam prinsip yang menyebutkan bahwa dengan berhubungan seks, orang semakin dewasa. Kaum muda usia ini lalu berlomba-lomba melakukan uji coba, berkelana, dan menikmati seks tanpa komitmen. Jelas, kedewasaan diri tidak ditentukan oleh apakah seseorang sudah berhubungan seks atau belum. Atau apakah seseorang banyak berhubungan seks atau tidak.Kedewasaan seseorang ditentukan oleh banyak hal. Kualitas pribadi yang menentukan apakah seseorang bisa disebut dewasa, misalnya berani bertanggung jawab.

gravatar

Obat Telat Datang Bulan

Jika Anda melihat iklan pada tepi jalan atau koran-koran Iklan Terlambat Datang Bulan apakah yang ada pada pikiran anda??
Obat Pelancar datang bulan atau Obat Aborsi??
Iklan Terlambat datang bulang merupak iklan Aborsi secara ilegal.. (wah serem juga tuh)

Menurut beberapa narasumber kami, di sebuah kota di jawa tengah ada pemasang iklan yang menjual obat itu seharga 350Ribu Rupiah hingga 400 Ribu Rupiah
Jika di bandingkan dengan Aborsi pada rumahsakit bersalin atau apalah tempat nya. harga 350-400 itu adalah harga yang murah. Tetapi dibalik semua itu apakah tidak ada efek samping??


Obat diatas ini Kono kabarnya adalah obat yang digunakan pada iklan Telat Datang Bulan. Tapi saya sendiri tidak tau itu obat apa.. maklum cm dapet gambar doank.. Yang Kiri seperti redoxson ya... hehehehe...

Cara Pemakaian nya?? cara pemakaian nya kabarnya cukup mudah.. nama nya juga obat... ya di minum donk.. hehehe ^^v peace friend...
Obat yang Besar itu di minum.. dan Obat yang Kecil dimasukan kedalam "V" berurutan selang 30Menit..

Konon Setelah menggunakan obat itu makan haid akan lancar.. yang dimaksud haid lancar disini apa?? Benarkah itu Haid atau darah apakaih itu?? Kami sendiri juga kurang tau.. Mungkin Bertanya pada dokter agar lebih aman dari pada mencari informasi yang tidak pasti dan mungkin dapat menyebabkan hal-hal yang tidak di inginkan

gravatar

Kupas Tuntas Aborsi

KUPAS TUNTAS ABORSI
TINJAUAN, PISIKIS, AGAMA DAN HUKUM

Dalam Rangkat Sewindu Fakultas Kedokteran UII

Sabtu, 18 Juli 2009
07.30-15.30 WIB
Auditorium MMTC.
Jalan Magelang KM 6 Yogyakarta

Pembicara :
  • dr. Boyke Dian Nugrahar, Sp.OG, MARS [ dokter spesialis Obsgyn ]
  • dr. Sugiri Syarief, MPA [ Kepala BKKBN Nasional ]
  • Dr. dr. Fahmi Idris, M.Kes [ Ketua PB IDI Pusat ]
  • Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, SH, M.Si, Sp.F(K) [ Pemerhati Hukum Kesehatan ]
  • Prof. Dr. H. Yunahar Liyas, LC [ Ahli Fiqih Islam ]
  • Hj. Ciptaningsih Sutaryo [ Yayasan Sayap Ibu Propinsi DIY ]

Moderator :
  • Lip Wijayanto
  • Angger Jati

Biaya Pendaftaran :
  • Mahasiswa S1/Umum = Rp. 50.000,-
  • Mahasiswa S2/praktisi = Rp. 75.000,-
  • Spesialis = Rp. 150.000,-

Fasilitas :
  • Makalah
  • Snack
  • Seminar Kit
  • Makan Siang
  • Door Prize
  • Sertifikat

Tiket BOX :
  • Istri Ari (Departemen), Nuraini (Akademik) Fakultas Kedokteran UII, Jln Kaliurang KM 14,5 Yogyakarta 55584 Telp : 0274-898444 ext 2021, 2017
  • Radio Unisi. Jln. Demangan Baru Yogyakarta
  • Radio MQFM, Gedung Amikom, Condong Catur Depok. Jln. Ring Road Utara, Yogyakarta
  • Radio Geronimo, Jln. Gayam 24 Yogyakarta
  • Radio Megaswara, Jln. A.M. Sangaji Yogyakarta
  • Kopma UGM
  • Kopma UII, Kampus Terpadu, Jln. Kaliurang Km 14.5

gravatar

Cytotec Pengganti Kuret??

Wah Berita terbaru yang saya dapat adalah seorang dokter menyarankan penggunaan Cytotec untuk mengeluarkan kandungan 6 Minggu.. wow kk wow.. padahal dokter kandungan pun kemarin tidak mau memberikan Cytotec dengan alasan Bukan Jodohnya (*Obat Lambung)

Berikut ini Sekilas tentang Berita diatas :

Dear Mbak Yenni,

Sekitar 2 tahun yang lalu, saya juga pernah mengalami keguguran dengan usia
kehamilan 6 minggu. Dokter kandungan saya tidak melakukan kuret dengan
pertimbangan usia kehamilan saya masih sangat muda, ukuran janin saya pun
masih sangat kecil menurut beliau (kurang lebih 1 mm), jadi masih bisa
dikeluarkan dengan bantuan obat saja.

Saya pun diberi obat bernama Cytotec dengan dosis 3 x 1/2 tablet yang harus
dihisap. Setengah jam setelah mengkonsumsi obat tersebut, akan terjadi
kontraksi, mirip kontraksi haid tapi dengan intensitas mules yang lebih
tinggi. Proses pengeluaran embrio terjadi seperti haid biasa dan berakhir
pada hari ke-10. Setelah darah berhenti keluar, saya melakukan kontrol ke
DSOG dan di-USG untuk melihat apakah rahim saya sudah bersih atau belum.
Setelah itu saya disarankan tidak hamil dulu selama 3 bulan. Alhamdulillah 7
bulan kemudian saya hamil lagi :-)

Gitu aja sharing dari saya, semoga berguna. Yang sabar ya Mbak, semoga Allah
cepat memberikan gantinya :-)

Salam,
Shinta

----- Original Message -----
From: "Yenni" <yenni@...>
To: <sehat@yahoogroups.com>; <anakku@yahoogroups.com>;
<balita-anda@yahoogroups.com>
Sent: Monday, January 10, 2005 10:19 AM
Subject: [anakku] Q: RS untuk kuret dengan harga terjangkau (URGENT)

di Kutip dari : RS untuk kuret dengan harga terjangkau (URGENT)

gravatar

Serba Serbi Kuret

Bila dilakukan oleh ahlinya, kuret akan berjalan dengan baik.

Banyak ibu yang menganggap kalau kuret hanya merupakan tindakan untuk menggugurkan kandungan. Ini keliru sebab kuret bisa dilakukan untuk banyak kasus, seperti diduga mengalami endometrium, ada sisa plasenta yang tertinggal, juga karena kasus abortus (keguguran) yang tak dikehendaki (janin mati di dalam kandungan). Jika ibu merasa ada gangguan dengan rahim dan perlu dilakukan tindakan, se-baiknya jangan takut untuk dikuret supaya kesehatan ibu tetap terpelihara dengan baik. Tentu saja asal dilakukan oleh ahlinya.Sebenarnya apa sih yang dimaksud kuret? Kuret atau kuretase adalah sebuah tindakan medis untuk mengeluarkan jaringan atau sisa jaringan dari dalam rahim. Jaringan bisa berupa janin yang mengalami abortus, endometriosis, atau sisa plasenta yang tertinggal seusai persalinan. Kuret perlu dilakukan supaya rahim bersih dari jaringan yang tidak semestinya berada bahkan tumbuh di dalamnya. Jika rahim tak dibersihkan, akan memunculkan gangguan seperti nyeri dan perdarahan. Memang, ada obat yang bisa menghentikan perdarahan, namun sewaktu-waktu perdarahan bisa muncul kembali.

Perdarahan terlalu yang banyak dapat membahayakan keselamatan jiwa ibu. Belum lagi risiko lain, infeksi misalnya.

Tak hanya untuk member-sihkan rahim, kuret pun di-lakukan bisa karena alasan penegakkan medis. Contoh, seorang wanita sering mengalami perdarahan di antara dua masa menstruasi. Perdarahan yang tak semestinya ini harus didiagnosa lewat USG. Namun USG terkadang tak bisa menjawab penyebab terjadinya perdarahan. Untuk menegakkan diagnosis maka bisa dilakukan kuret guna mengambil sedikit jaringan yang ada di dalam rahim. Jaringan tersebut lalu diperiksa di dalam laboratorium sehingga dapat diketahui penyebab utamanya, apakah karena kanker atau yang lainnya.

Kuret merupakan tindakan operasi yang risikonya tergolong tinggi. Karena itu, saat memu-tuskan untuk kuret, ibu harus memilih rumah sakit yang memiliki fasilitas operasi yang baik dan dokter yang benar-benar berkompeten. Hindari orang yang hanya mengaku-ngaku saja kalau dia mahir menguret padahal tak dibekali pendidikan yang cukup dalam bidang kuretase. Misalnya, dukun beranak atau oknum dokter yang melakukan malapraktik pengguguran kandungan. Padahal yang berkompeten melakukan kuret adalah dokter ahli kandungan dan kebidanan. Umumnya, setiap dokter kandungan sudah dibekali ilmu tentang kuret, jadi seharusnya setiap dokter kandungan mampu melakukannya dengan baik.

Prosedur KURETASE

Prosedurnya sama antara kuret karena keguguran maupun nonkeguguran.

1. PERSIAPAN SEBELUM KURETASE

a. Puasa

Saat akan menjalani kuretase, biasanya ibu harus mempersiapkan dirinya. Misal, berpuasa 4-6 jam sebelumnya. Tujuannya supaya perut dalam keadaan kosong sehingga kuret bisa dilakukan dengan maksimal.

b. Cek adanya Perdarahan

Dokter akan melakukan cek darah untuk mengetahui apakah pasien mengalami gangguan perdarahan atau tidak. Jika ada indikasi gangguan perdarahan, kuret akan ditunda sampai masalah perdarahan teratasi. Namun tak menutup kemungkinan kuret segera dilakukan untuk kebaikan pasien. Biasanya akan dibentuk tim dokter sesuai dengan keahlian masing-masing, dokter kandungan, dokter bedah, dokter hematologi, yang saling berkoordinasi. Koordinasi ini akan dilakukan saat pelaksanaan kuret, pascakuret, dan sampai pasien sembuh.

c. Persiapan Psikologis

Setiap ibu memiliki pengalaman berbeda dalam menjalani kuret. Ada yang bilang kuret sangat menyakitkan sehingga ia kapok untuk mengalaminya lagi. Tetapi ada pula yang biasa-biasa saja. Sebenarnya, seperti halnya persalinan normal, sakit tidaknya kuret sangat individual. Sebab, segi psikis sangat berperan dalam menentukan hal ini. Bila ibu sudah ketakutan bahkan syok lebih dulu sebelum kuret, maka munculnya rasa sakit sangat mungkin terjadi. Sebab rasa takut akan menambah kuat rasa sakit. Bila ketakutannya begitu luar biasa, maka obat bius yang diberikan bisa tidak mempan karena secara psikis rasa takutnya sudah bekerja lebih dahulu. Walhasil, dokter akan menambah dosisnya.

Sebaliknya, bila saat akan dilakukan kuret ibu bisa tenang dan bisa mengatasi rasa takut, biasanya rasa sakit bisa teratasi dengan baik. Meskipun obat bius yang diberikan kecil sudah bisa bekerja dengan baik. Untuk itu sebaiknya sebelum menjalani kuret ibu harus mempersiapkan psikisnya dahulu supaya kuret dapat berjalan dengan baik. Persiapan psikis bisa dengan berusaha menenangkan diri untuk mengatasi rasa takut, pahami bahwa kuret adalah jalan yang terbaik untuk mengatasi masalah yang ada. Sangat baik bila ibu meminta bantuan kepada orang terdekat seperti suami, orangtua, sahabat, dan lainnya. Bila diperlukan, gunakan jasa psikolog apabila ibu tak yakin dapat mengatasi masalah ini sendirian.

d. Minta Penjelasan Dokter

Hal lain yang perlu dilakukan adalah meminta penjelasan kepada dokter secara lengkap, mulai apa itu kuret, alasan kenapa harus dikuret, persiapan yang harus dilakukan, hingga masalah atau risiko yang mungkin timbul. Jangan takut memintanya karena dokter wajib menjelaskan segala sesuatu tentang kuret. Dengan penjelasan lengkap diharapkan dapat membuat ibu lebih memahami dan bisa lebih tenang dalam pelaksanaan kuret.

2. SAAT KURETASE

Sebelum dilakukan kuretase, biasanya pasien akan diberikan obat anestesi (dibius) secara total dengan jangka waktu singkat, sekitar 2-3 jam. Setelah pasien terbius, barulah proses kuretase dilakukan.

Ketika melakukan kuret, ada 2 pilihan alat bantu bagi dokter. Pertama, sendok kuret dan kanula/selang. Sendok kuret biasanya dipilih oleh dokter untuk mengeluarkan janin yang usianya lebih dari 8 minggu karena pembersihannya bisa lebih maksimal. Sedangkan sendok kanula lebih dipilih untuk mengeluarkan janin yang berusia di bawah 8 minggu, sisa plasenta, atau kasus endometrium.

Alat kuretasebaik sendok maupun selangdimasukkan ke dalam rahim lewat vagina. Bila menggunakan sendok, dinding rahim akan dikerok dengan cara melingkar searah jarum jam sampai bersih. Langkah ini harus dilakukan dengan saksama supaya tak ada sisa jaringan yang tertinggal. Bila sudah berbunyi “krok-krok” (beradunya sendok kuret dengan otot rahim) menunjukkan kuret hampir selesai. Sedikit berbeda dengan selang, bukan dikerok melainkan disedot secara melingkar searah jarum jam. Umumnya kuret memakan waktu sekitar 10-15 menit.

3. PERAWATAN PASCAKURETASE

Perawata usai kuretase pada umumnya sama dengan operasi-operasi lain. Misal, ibu harus menjaga bekas operasinya dengan baik, tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat, tidak melakukan hubungan intim untuk jangka waktu tertentu sampai keluhannya benar-benar hilang, dan meminum obat secara teratur. Obat yang diberikan biasanya adalah antibiotik dan penghilang rasa sakit.

Jika ternyata muncul keluhan, sakit yang terus berkepanjangan atau muncul perdarahan, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Mungkin perlu dilakukan tindakan kuret yang kedua karena bisa saja ada sisa jaringan yang tertinggal. Jika keluhan tak muncul, biasanya kuret berjalan dengan baik dan pasien tinggal menunggu kesembuhannya.

Dampak KURET

Terkadang kuret tidak berjalan lancar. Meskipun telah dilakukan oleh dokter kandungan yang sudah dibekali ilmu kuret namun kekeliruan bisa saja terjadi. Bisa saja pada saat melakukannya dokter kurang teliti, terburu-buru, atau jaringan sudah kaku atau membatu seperti pada kasus abortus yang tidak ditangani dengan cepat. Berikut adalah dampaknya.

+ Perdarahan

Bila saat kuret jaringan tidak diambil dengan bersih, dikhawatirkan terjadi perdarahan. Untuk itu jaringan harus diambil dengan bersih dan tidak boleh tersisa sedikit pun. Bila ada sisa kemudian terjadi perdarahan, maka kuret kedua harus segera dilakukan. Biasanya hal ini terjadi pada kasus jaringan yang sudah membatu. Banyak dokter kesulitan melakukan pembersihan dalam sekali tindakan sehingga ada jaringan yang tersisa. Namun biasanya bila dokter tidak yakin sudah bersih, dia akan memberi tahu kepada si ibu, “Jika terjadi perdarahan maka segera datang lagi ke dokter.”

+ Cerukan di Dinding Rahim

Pengerokan jaringan pun harus tepat sasaran, jangan sampai meninggalkan cerukan di dinding rahim. Jika menyisakan cerukan, dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan rahim.

+ Gangguan

Haid

Jika pengerokan yang dilakukan sampai menyentuh selaput otot rahim, dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran siklus haid.

+ Infeksi

Jika jaringan tersisa di dalam rahim, muncul luka, cerukan, dikhawatirkan bisa memicu terjadinya infeksi. Sebab, kuman senang sekali dengan daerah-daerah yang basah oleh cairan seperti darah.

+ Kanker

Sebenarnya kecil kemungkinan terjadi kanker, hanya sekitar 1%. Namun bila kuret tidak dilakukan dengan baik, ada sisa yang tertinggal kemudian tidak mendapatkan penanganan yang tepat, bisa saja memicu munculnya kanker. Disebut kanker trofoblast atau kanker yang disebabkan oleh sisa plasenta yang ada di dinding rahim.

DAPAT Hamil Kembali

Setelah menjalani kuret, ibu tetap bisa hamil dan memiliki anak lagi. Asal kondisi organ reproduksinya baik, ditambah dengan masa subur yang tidak bermasalah. Bila ada yang bilang usai kuret tak bisa hamil lagi itu keliru. Penyebab sulit hamil, mungkin ada masalah dengan organ reproduksi atau ada masalah kesuburan.

Namun, seusai kuret ibu dianjurkan untuk mengistirahatkan rahimnya dahulu sampai benar-benar sehat dan siap hamil. Terutama bila kuret dilakukan pada saat kondisi kehamilan tua karena kondisi uterus sudah membesar sehingga perlu istirahat. Namun bila kuret dilakukan pada saat kehamilan masih muda (batasannya hingga 20 minggu) kehamilan bisa dilakukan lebih cepat jika ibu sudah merasa siap.

Irfan Hasuki. Ilustrator Pugoeh

Narasumber:

Dr. Bambang Fajar, Sp.OG.,

dari RS Internasional Bintaro Tangerang Banten

Credit to : Bibi Lung

gravatar

Kapsul Aborsi @100k #1

SURABAYA, RABU -- Obat yang digunakan untuk menggugurkan kandungan oleh Dina Andini (20) yang kos di Jalan Wonokitri Indah, Surabaya ternyata dibeli dari Ahmad (28). Selama ini Ahmad Simo Gunung Surabaya dikenal sebagai penjual obat.

Hal ini diungkapkan Dina di hadapan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Surabaya Selatan. Atas pengakuan ini, akhirnya polisi juga menetapkan Ahmad sebagai tersangka kedua kasus ini.

Kasat Reskrim Polres Surabaya Selatan AKP Yimmi Kurniawan mengatakan, untuk mendapatkan obat ini Dina meminta bantuan pria berinisial F, temannya. Kepada F dia mengaku sedang hamil dan minta dicarikan orang yang bisa memberinya obat penggugur kandungan. F akhirnya mencari dan didapatlah nama Ahmad, terang Yimmi di kantornya, Selasa (3/3).

Oleh F, Dina lalu dipertemukan dengan Ahmad. Sedangkan F memilih pergi saat keduanya bertransaksi. Ahmad lalu memberi lima kapsul warna merah. Harga per kapsul Rp 100.000. Kapsul ini sebenarnya untuk memperlancar datang bulan dan tidak boleh dikonsumsi orang hamil, tapi oleh Ahmad malah diberikan kepada Dina, kata alumni terbaik Akpol 2002 ini.

Lima butir kapsul ini lalu dikonsumsi Dina, sehari sekali satu kapsul. Dan di hari kelima, kapsul sudah bereaksi. Janin tujuh bulan yang dikandung Dina akhirnya gugur di kamar mandi kosnya, Minggu (1/3) lalu.

Kepada penyidik, Ahmad mengaku baru sekali menjual kapsul itu ke orang hamil. Namun hal ini tidak membuat polisi puas. Polisi terus menyelidiki dugaan peredaran kapsul ini untuk praktik aborsi lainnya.

Atas keterlibatannnya ini Ahmad akan dijerat dengan pasal 56 KUHP jo Pasal 342 KUHP. Ancaman hukumannya paling lama 12 tahun penjara.

Sementara itu, Yimmi berencana membawa Dina ke rumah sakit untuk menjalani pembersihan kandungan (kiret). Kiret ini diperlukan untuk mencegah kanker, kata Yimmi.

Kuasa hukum Dina M S Alhaidary saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kondisi Dina saat ini masih lemah dan membutuhkan perawatan. Pihak keluarga menginginkan dia diperiksa dan dirawat dulu. Tapi semuanya kami serahkan ke penyidik, kata Alhaidary. (*)

gravatar

Aborsi Dengan Jamu Semakin Meningkat

YOGYAKARTA—bkkbn online : Penggunaan jamu sebagai upaya menggugurkan kandungan di kalangan masyarakat Indonesia semakin meningkat. Disinyalir para pengguna itu kebanyakan kaum wanita yang sudah menikah.

Koordinator Program Pusat Studi Seksualitas PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Pusat Suharsih menyatakan, Kamis (13/11), kondisi tersebut bisa dilihat dari studi yang dilakukan PKBI Pusat yang dilakukan tahun 2000-2003, tahun 2004-2007 dan Juli-Desember 2007.

Lebih jauh Suharsih mengungkapkan, dari studi kuantitatif tahun 2004-2007 di sembilan kota dengan responden 31.697 orang, sebesar 40 persen responden telah memakai obat-obatan dan jamu-jamuan untuk mengakhiri kehamilan. Sedangkan dari studi kuantitatif tahun 2000-2003 diketahui hanya 34,5 persen responden yang memakai jamu/obat untuk mengakhiri kehamilan.

Studi yang dilakukan PKBI terhadap 135 responden wanita yang hendak melakukan aborsi di tujuh kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Medan, Menado dan Bandung.itu menyatakan, 62,1 persen mengakhiri kehamilan. (aborsi) dengan menggunakan jamu atau obat tradisional, sedangkan 43 persen mengaku memakai jamu dan obat sekaligus.

”Padahal jamu dan obat yang mereka anggap bisa menggugurkan kandungan itu hanya mitos, karena nyatanya setelah meminum jamu dan obat mereka sama sekali tidak mengalami keguguran,” kata Suharsih.

Hasil penelitian 2004-2007 menunjukkan, dari responden sebanyak 31.697 orang, 77 persen adalah perempuan yang menikah. Sedangkan dari studi yang dilakukan Juli-Desember 2007, sebanyak 84 persen responden adalah perempuan menikah. Mengakhiri kehamilan dengan alasan ekonomi tercatat 40,9 persen.

Apabila ditelusuri lebih jauh lagi, dari mereka yang mengakhiri kehamilan dengan alasan ekonomi, terbanyak karena takut tidak bisa menyekolahkan anak akibat biaya sekolah yang tinggi. Alasan lainnya adalah karena kesehatan, alasan kerja karena selama kontrak kerja tidak boleh hamil.

”Data ini secara tidaklangsung membantah anggapan bahwa aborsi dilakukan oleh para remaja yang melakukan pergaulan bebas,” tandas Suharsih.

Jenis obat dan jamu yang sering digunakan untuk mengakhiri kehamilan disebutkan, antara lain obat maag Gynecocut, pil Tuntas, M kapsul, Citote, pil KB, Andomestris, Paramex, Amoxilin Paralisin, obat penguat kandungan, Renodiol, Wale, pil Nifas Nyonya Meneer, pil Binari, Methergen, Topicin Super A, jamu cap Becak, jamu Cina, jamu Ginggang, jamu Dhoso Muko, jamu Cap Pepaya, Jamu makatana, jamu Sincee, jamu Rumput Fatimah, jamu racikan dan jamu Peluntur Special.jamu godogan Miss Siurih. Untuk responden dari Manado kebanyakan mereka mengkonsumsi alkohol tradisional dan air tape.

credit to : BKKBN

gravatar

Alkohol Ganggu Kesehatan Janin

Bagi para wanita hamil sebaiknya menghindari alkohol selama kehamilan. Mengingat zat itu dapat mengakibatkan risiko terhadap pertumbuhan janin hingga mengakibatkan kerusakan pada sistem otak pusat, yang dikenal dengan sindrom alkohol pada janin atau Fetal Alcohol Syndrome (FAS).

Para ahli dari Amerika Serikat yang tergabung dalam American College of Obstetricians and Gynecologists dan the American Academy of Pediatrics merekomendasikan, ibu sama sekali tidak mengonsumsi alkohol dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan bayi dalam kandungan.

Menurut Pam Phipps dari fetal alcohol and drug unit di Department of Psychiatry and Behavioral Sciences at the University of Washington, ketika seorang ibu mengonsumsi alkohol maka zat tersebut akan diteruskan melalui aliran darah kepada bayi didalam kandungan. Kemungkinan bayi terebut akan memiliki kadar alkohol yang lebih tinggi dibandingkan sang ibu.

Minuman beralkohol dapat membahayakan janin yang sedang berkembang dalam kandungan dengan berbagai cara, pertama yaitu dapat meningkatkan resiko keguguran. Jika bayi minum setiap hari, maka kemungkinan akan meningkatkan kemungkinan untuk memiliki berat badan lahir rendah pada saat lahir. Hal tersebut dapat mengakibarkan gangguan saat anak belajar, berbicara, memusatkan perhatian, bahasa dan hiperaktif.

”Efek yang paling serius dari alkohol ialah fetal alcohol syndrome (FAS), kondisi permanen yang dikenali dengan gejala pertumbuhan yang terhambat, ciri-ciri wajah yang tidak normal dan kerusakan pada sistem otak pusat,” jelas Phipps.

Para bayi yang mengalami FAS, mengalami pertumbuhan yang sangat lambat dalam kandungan, bahkan setelah lahir. Kemudian, mereka juga memiliki ciri-ciri wajah yang tidak normal misalnya kepada dan ukuran otak yang kecil atau kekurangan dari sistem anatomi lainnya.

”Untuk kerusakan pada sistem otak pusat, termasuk keterbelakangan mental, gangguan pada pertumbuhan fisik, gangguan pada penglihatan dan pendengaran serta berbagai gangguan perilaku,” tegasnya.

Frekuensi konsumsi alkohol tujuh kali atau lebih per minggu, termasuk wine dan bir, dan minum lima atau lebih minuman pada satu waktu, sangat memperbesar resiko bayi akan mengalami FAS. Namun, para ibu yang mengonsumsi alkohol kurang dari ukuran tersebut juga kemungkinan dapat mengalami hal serupa atau gangguan laiannya sesudah lahir seperti gangguan mental, fisik dan perilaku.

Sindrom alkohol pada janin atau Fetal Alcohol Syndrome (FAS) adalah kumpulan dari penyakit dan kelainan yang diderita sejak lahir termasuk pertumbuhan yang terhambat, ketidakmampuan untuk belajar dan ciri-ciri wajah yang tidak normal.

Baru-baru ini para peneliti di Amerika Serikat menemukan, kondisi bayi saat mengedip atau eye blink condition (EBC), dapat mengidentifikasikan anak-anak yang mengalami kondisi FAS.

”Penelitian terhadap binatang bahwa konsumsi alkohol selama kehamilan dapat memperlemah atau merusak kemampuan berkedip atau EBC,” ujar Dr. Sandra W.Jacobson dari Wayne State University School of Medicine di Detroit, Amerika Serikat.

”Kami ingin melihat apakah dapat menggunakan paradigma EBC untuk mengidentifikasi memperlemah atau mengurangi subcortical pada otak, yang secara khususnya dipengaruhi oleh asupan alkohol semasa kandungan pada anak,” pungkasnya. (berbagai sumber/ri)

gravatar

Keguguran Bisa di cegah kok

KEGUGURAN memang merupakan peristiwa yang traumatis. Tapi, jangan sampai kejadian ini membuat seorang wanita takut untuk hamil kembali. Sebab, wanita yang dicap memiliki kandungan lemah pun bisa melahirkan secara sehat dan Selamat, baik bayi maupun ibunya.

Tentu saja, kandungan jenis ini perlu langkah dan perawatan ekstra dibandingkan kehamilan pada wanita tanpa masalah kesehatan. Intinya, langkah dan perawatan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya keguguran.

"Pencegahan dilakukan saat terlihat gejala-gejala kandungan lemah atau sebelumnya sudah pernah mengalami keguguran," ujar Boyke Dian Nugraha, pemilik dan pendiri Klinik Pasutri di Tebet, Jakarta.

Sebelum timbul gejala-gejala yang merugikan, ia menyarankan agar suami-istri yang menginginkan kehamilan sehat melakukan konsultasi ke ahli kandungan atau bidan dahulu.

Biasanya, selama masa konsultasi, si calon ibu akan mendapatkan pemeriksaan di bagian rahim. "Ini penting untuk melihat virus-virus dan kondisi rahim," kata Boyke.

Lebih baik lagi bila pemeriksaan tersebut dilakukan tiga bulan hingga enam bulan sebelum masa kehamilan terjadi. Dengan demikian, bila di rahim terdapat kotoran atau tumor, dokter bisa menghilangkannya.

Untuk menghilangkan tumor, misalnya, bisa dengan cara disuntik untuk mematikan tumor itu. Dokter bisa melakukan ini bila diameter tumor kurang dari 5 cm. "Bila lebih dari itu, harus dioperasi," imbuh Boyke.

Dukungan keluarga
Sementara, setelah kehamilan terjadi, kandungan lemah akan tampak setelah usia kehamilan mencapai 7 hingga 11 minggu. Tandanya berupa flek atau keluar darah sedikit pada vagina. "Ini karena kekurangan hormon progesteron," tutur Muhammad Lutfi Alkaff, dokter kandungan di RS dr Sardjito, Yogyakarta.

Untuk kasus seperti itu, si ibu harus memperoleh tambahan hormon. Caranya, ia harus meminum obat khusus berupa tablet atau memasukkan tablet hormon itu ke rahim. Tablet ini harus diberikan secara rutin, sehari dua kali. "Penambahannya dilakukan sampai plasenta keluar atau usia kandungan mencapai 16 minggu," kata Lutfi. Selain itu, si ibu juga harus mengonsumsi antibiotik. Karena, flek itu bisa memicu infeksi.

Bila terjadi kelainan pada rahim, misalnya leher rahim membuka terlalu lebar, rahim itu harus mendapatkan perawatan khusus. Lazimnya, dokter akan menjahit leher rahim tersebut.

Dengan penjahitan tersebut, leher rahim akan lebih kuat menopang janin yang terus berkembang. Proses ini harus dilakukan sebelum usia kandungan mencapai 16 minggu. Namun jahitan ini tidak berlaku untuk selamanya. "Saat proses kelahiran sudah memasuki cukup bulan (9 bulan), jahitannya harus dilepas agar proses kelahiran bisa berlangsung," kata Lutfi menjelaskan.

Boyke menambahkan, selain pertolongan medis, ibu hamil yang memiliki kandungan lemah juga harus mendapatkan dukungan dari keluarga. Bantuan dari keluarga ini penting untuk menjaga mental dan psikis wanita tersebut. "Keluarga juga harus mengingatkan agar wanita tersebut tidak banyak aktivitas dan banyak istirahat," Boyke berpesan.

Sumber : kompas.com

gravatar

Kenali Gejala Keguguran

Jika Anda saat ini tengah hamil, perlu diwasapadai beberapa hal yang bisa menyebabkan keguguran. Namun ada halhal
yang juga harus Anda perhatikan ketika gejala-gejala keguguran mulai Anda rasakan. Waspadai gejalanya.
Gejala keguguran meliputi :
- Pendarahan ringan maupun berat pada vagina, baik yang teratur maupun yang tidak teratur. Meskipun pendarahan
sering menjadi tanda pertama keguguran, pada masa trisemester pertama kehamilan mungkin juga terjadi pada
kehamilan yang normal. Dan biasanya pendarahan terjadi terus menerus, paling tidak selama 3 hari.
- Rasa sakit. Mungkin Anda mengalami keram pada panggul, sakit pada perut bagian tengah atau sakit pada bagian
bawah punggung. Sakit mungkin akan dirasakan selama beberapa jam hingga beberapa hari setelah pendarahan
dimulai.
- Penggumpalan darah atau keabu-abuan pada jaringan lunak (pada janin) yang melewati vagina. Ketika Anda
mendapati gumpalan darah tersebut, bawalah kepada dokter untuk mengeahui kepastian apakah Anda mengalami
keguguran atau tidak.
- Kelelahan yang teramat sangat. Anda merasa loyo dan tidak bertenaga, lemas dan tidak mampu menopang tubuh
dengan baik. Bisa jadi ini merupakan tanda awal akan terjadi keguguran.
Tidak selalu mudah untuk mengatakan apakah keguguran memberi peranan. Keguguran kadang tidak terjadi pada
gejala awal tetapi ada mata rantai yang terjadi selama beberapa hari.
Hal-hal yang dapat meningkatkan risiko keguguran :
1. Usia Anda di atas 35 tahun
2. Pernah mengalami keguguran sebelumnya (tiga kali atau lebih)
3. Sindrom Polycystic ovary, dimana dapat menyebabkan masalah ovulasi, obesitas, meningkatkan tingkat hormon
pada pria dan meningkatkan risiko diabetes.
4. Terinfeksi bakteri atau virus semasa kehamilan
5. Sejarah melahirkan dengan bayi cacat
6. Terkena bahan kimia seperti, benzene, arsenic atau formaldehyde sebelum dan selama kehamilan.
7. Meminum minuman berakohol
8. Merokok ketika hamil
9. Penggunaan obat-obatan terlarang
10. Terkena gigitan ular
11. Mengonsumsi banyak kafein selama kehamilan
Chorionic Villus Sampling (CVS) atau amniocentesis untuk memeriksa kemungkinan lahir cacat atau masalah genetik.
Ketika dilakukan oleh orang yang terlatih, satu penelitian menunjukkan bahwa tes tersebut terdapat risiko keguguran
sekitar 1 berbanding 400. Beberapa penelitian menunjukkan risiko yang lebih tinggi. Risiko besar ini mungkin cenderung
kepada medical center yang kurang berpengalaman, khususnya untuk CVS.
Namun, berhadapan dengan monitor komputer atau selimut listrik, hubungan seksual dan latihan-latihan fisik ringan
tidak meningkatkan risiko keguguran.

Credit to : A Honest Boy New

gravatar

Ciri Ciri Orang Hamil

Mungkin sudah banyak dari rekan rekan-rekan yang tahu apa itu hamil/mengandung, namun tidak sedikit pula yang tidak tahu atau kurang paham tentang tanda tanda kehamilan. Yang saya maksudkan dengan tanda tanda kehamilan disini yaitu apa apa saja yang dialami seorang wanita saat hamil atau menjelang akan hamil.

Untuk mengatakan seorang wanita itu hamil, maka perlu dilakukan kajian terlebih dahulu terhadap data subyektif dan obyektif yang ditemukan pada wanita tersebut. Data subyektif artinya segala sesuatu yang dirasakan atau dialami oleh wanita yang sedang hamil atau sering disebut dengan gejala kehamilan sedangkan data obyektif adalah segala hal yang bisa diamati oleh orang lain pada diri seorang wanita yang sedang hamil atau sering diistilahkan dengan tanda kehamilan. Tanda kehamilan sendiri dibagi lagi menjadi tanda kehamilan tidak pasti dan tanda kehamilan pasti.

Gejala Kehamilan Tidak Pasti :

* Tidak haid adalah gejala pertama yang dirasakan oleh seorang wanita yang menyadari kalau dirinya sedang hamil. Penting untuk dicatat tanggal hari pertama haid terakhir guna menentukan usia kehamilan dan memperkirakan tanggal kelahiran. Rumus sederhana menentukan tanggal kelahiran yaitu tanggal ditambah 7 sedangkan bulan dikurangi 3, dihitung dari tanggal pertama haid terakhir.

* Mual dengan diikuti muntah ataupun tidak sering terjadi pada bulan bulan pertama kehamilan.

* Mengidam atau menginginkan sesuatu baik itu makanan, minuman atau hal hal yang lain.

* Gangguan buang air besar karena pengaruh hormonal.

* Sering kencing terutama bila kehamilan sudah besar.

* Kadang kadang wanita hamil bisa pingsan di keramaian terutama pada bulan bulan awal kehamilan.

* Tidak ada nafsu makan, mungkin ada hubungannya dengan mual mual diatas.

Tanda Kehamilan Tidak Pasti :

* Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap dari sebelumnya yang kira kira terjadi diatas minggu ke 12 kehamilan.

* Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh hormonal.

* Gusi bengkak terutama pada bulan bulan pertama kehamilan.

* Perubahan payudara menjadi lebih tegang dan membesar.

* Pembesaran perut terutama tampak jelas setelah kehamilan 14 minggu.

* Tes kehamilan memberikan hasil positif.

Tanda Pasti Kehamilan :

* Pada perabaan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerak janin.

* Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung janin.

* Pada pemeriksaan USG dilihat gambaran janin.

* Pada pemeriksaan rontgen terlihat gambaran rangka janin.

Barangkali rekan rekan masih bingung, mengapa disebut gejala atau tanda kehamilan tidak pasti, hal tersebut karena pada wanita yang mempunyai gejala atau tanda tanda kehamilan tidak pasti diatas masih ada kemungkinan mengalami kelainan lain yang memberikan gejala atau tanda yang sama. Misalnya pada wanita dengan pseudosiesis (wanita yang sangat menginginkan hamil) maka gejala gejala hamil diatas juga akan ia rasakan, walau sebenarnya wanita tersebut tidak hamil.


Credit to : http://53ptin4.wordpress.com/2008/06/30/ciri-ciri-orang-hamil/